Sedikit pernak-pernik tentang doa hari ini....
Ini memang tanda kebesaran kalau doa dan keyakinan yang besar dapat berbuah hasil yang maksimal.
Sejak kemarin hujan telah melanda Karanganyar & daerah sekitarnya, semuanya tak tentu - dari panas bisa langusng hujan deras kayak badai yang bikin nyeremin, kadang juga udah mendung petir-petiran ga ada hujan....dan hari ini aku sudah plan untuk menjelajah pantai selatan, Karangbolong dan Petanahan...dan siangnya makan siang di Ambal, mencari sate Ambal yang asli... sebelum kembali ke Karanganyar....
Aku sudah berdoa dari kemarin2 agar pada saat ke Petanahan dan Ambal the weather is fine. Berkali-kali semua lafalan doa di ucapkan, mulai dari sekedar Al-Fatihah sampai wirid-an komplit yang terhafalkan dikepala, diucapkan, kala solat dan kala hujan, dan mendekati momennya, semakin sering....
Sampai Karangbolong, hujan masih datang, imanku goyah, harus pasrahkah diri ini? TIDAK, tetap berdoa sepanjang jalan, cerah sampai Petanahan, sampai Ambal, sampai kembali ke Karanganyar.
Memasuki Petanahan, jam 9.30 awalnya masih hujan, dan aku tetap berdoa, aku ke WC sebentar karena sudah kebelet, setelah itu ke area pantai...dan....HUJAN BERHENTI, langit biru, tidak panas, tapi cerah, Perfect Weather as I wished. Kegiatan mengamati kehidupan, berburu foto dan menikmati penganan di pinggir pantai pun terlaksana sentosa. Semua berlanjut hingga makan siang di sate Ambal pak Kasman dan terus sampai Karanganyar....
Ternyata benar, kalau kita tetap berdoa, bahkan di saat-saat terakhir tetap percaya dan berdoa. Semoga Tuhan menghendaki, Insya Allah....doa itu terwujud....
Tapi ada satu saran lagi, ini kan soal cuaca, jadi benar-benar pasrahkan pada Allah....tapi kalau soal lain yg pake usaha, ya usaha dulu.
Between the corners of an archipelago and the end of seas - this is a core of a heart of someone dancing, traveling, creating music, and writing; to make a destiny out of dreams
Showing posts with label Perenungan. Show all posts
Showing posts with label Perenungan. Show all posts
Sunday, May 8, 2011
Saturday, May 7, 2011
Crashpack Bumi Ngapak (Pernak-Pernik) : Gowes...terus (?)
Lagi, sedikit cerita dari Karanganyar....
Sampai hari ini, ada satu kisah kecil yang aku selalu suka akan kota ini. Tidak seperti kota lainnya di Jawa, jangankan Jawa, cukup Jalur Utama Pantai Selatan saja, penggunaan sepeda di kota ini masih tinggi - belum kalah tempat oleh motor.
Semua generasi di kota ini, komplit lah pokoknya - pagi-pagi anak sekolahan SD-SMP-SMA semua, dengan sepeda mereka ada. Tak ketinggalan para kaum ibu berbelanja di pasar dengan sepeda, juga para bapak-bapak yang bekerja, siang sore juga sama.
Lebih uniknya lagi, mayoritas sepeda yang terlihat dengan mata selama ini....adalah apa? Sepeda Onthel alias sepeda tua jaman 60-70an....dengan merek yang mungkin sekarang di kota sudah jarang melihat....contohnya sepeda buatan China dengan merek Phoenix....ya, tidak salah lagi sepeda Onthel, dan mayoritas masih terawat bagus....*sayangnya punya mbahku nggak begitu*
Sepeda onthel, bukan sepeda konvensional atau MTB ataupun Fixie yang sedang marak di Jakarta....ini Onthel, asli.
Pertanyaan kini, sampai kapankah sepeda bisa menjadi tren transportasi di kota kecil ini? Sementara gencaran produk Motor makin marak? Namun hipotesa lainnya, justru apakah, dengan seperti ini, justru Karanganyar dapat menginspirasi kota-kota lainnya untuk bangkit melawan serangan produk motor yang gencar dan justru menjadikan gaya hidup tradisional nan bermanfaat ini sebuah era mekar kembali? Sayangnya semua itu harus dilakukan dengan niatan baik dan teguh....
Impianku, semoga hipotesaku itu bisa terwujud. Amin.
Love, peace and respect, untuk semua pengguna sepeda sebagai transportasi utama di Indonesia.
Sampai hari ini, ada satu kisah kecil yang aku selalu suka akan kota ini. Tidak seperti kota lainnya di Jawa, jangankan Jawa, cukup Jalur Utama Pantai Selatan saja, penggunaan sepeda di kota ini masih tinggi - belum kalah tempat oleh motor.
Semua generasi di kota ini, komplit lah pokoknya - pagi-pagi anak sekolahan SD-SMP-SMA semua, dengan sepeda mereka ada. Tak ketinggalan para kaum ibu berbelanja di pasar dengan sepeda, juga para bapak-bapak yang bekerja, siang sore juga sama.
Lebih uniknya lagi, mayoritas sepeda yang terlihat dengan mata selama ini....adalah apa? Sepeda Onthel alias sepeda tua jaman 60-70an....dengan merek yang mungkin sekarang di kota sudah jarang melihat....contohnya sepeda buatan China dengan merek Phoenix....ya, tidak salah lagi sepeda Onthel, dan mayoritas masih terawat bagus....*sayangnya punya mbahku nggak begitu*
Sepeda onthel, bukan sepeda konvensional atau MTB ataupun Fixie yang sedang marak di Jakarta....ini Onthel, asli.
Pertanyaan kini, sampai kapankah sepeda bisa menjadi tren transportasi di kota kecil ini? Sementara gencaran produk Motor makin marak? Namun hipotesa lainnya, justru apakah, dengan seperti ini, justru Karanganyar dapat menginspirasi kota-kota lainnya untuk bangkit melawan serangan produk motor yang gencar dan justru menjadikan gaya hidup tradisional nan bermanfaat ini sebuah era mekar kembali? Sayangnya semua itu harus dilakukan dengan niatan baik dan teguh....
Impianku, semoga hipotesaku itu bisa terwujud. Amin.
Love, peace and respect, untuk semua pengguna sepeda sebagai transportasi utama di Indonesia.
Crashpack Bumi Ngapak (Pernak-Pernik) : Udhan (maning) !
Hari itu Jumat, ba'da Jumatan, aku rencana pergi menulusuri pantai selatan asli, dari Karangbolong hingga Mirit....dengan highlight di Petanahan....
Ternyata rencana itu gagal, hujan tiba-tiba datang....sangat kencang, aku sampai ngeri, mumpung soalnya rumah Mbahku, seperti banyak rumah tua Jawa pada umumnya, dikelilingi kebun yang banyak pohon....
Hujan itu awalnya cepat, hanya 1/2 jam. Namun tak sampai 10 menit turun lagi, kali ini lebih dahsyat dan lebih ngeri. Sampai jam 4.30 belum reda, dan akhirnya reda sepenuhnya jam 5. Maghrib (yg waktu setempat jam 5.35) turun lagi namun hanya sebentar dan gerimis saja. Malamnya jam 7 turun, tapi seperti Hujan Jakarta - Deres, Berangin, Cepet.
Esoknya hujan datang lagi siangnya, dan hari sebelumnya, kamis, di pagi hari hujan terus sampai Zuhur.
Anehnya semua ini terjadi sekarang di bulan Mei. Yang seharusnya tidak hujan dan malah harusnya panas...
Global Warming memang sudah terjadi kawan, bahkan di pojok kecil dari dunia ini, di kota kecil ini, efeknya sudah terjadi....terlihat pula ada distorsi dari siklus pertanian disini....
Perubahan iklim ini memang tanda besar bahwa kita telah berbuat bencana, manusia sendiri yang meghasilkan semuanya.
Pertanyaannya, seberapa jauhkah semua ini akan berlangsung? Akankah kita mampu mengubahnya? Dan mampukah kita beradaptasi dengannya? Setidaknya, para petani, di daerah ini, telah memulai beradaptasi....mengubah kalender panen dan tanam Jawa yang sudah ada berabad-abad sebelumnya....
Marilah kita merenung sesaat.
Ternyata rencana itu gagal, hujan tiba-tiba datang....sangat kencang, aku sampai ngeri, mumpung soalnya rumah Mbahku, seperti banyak rumah tua Jawa pada umumnya, dikelilingi kebun yang banyak pohon....
Hujan itu awalnya cepat, hanya 1/2 jam. Namun tak sampai 10 menit turun lagi, kali ini lebih dahsyat dan lebih ngeri. Sampai jam 4.30 belum reda, dan akhirnya reda sepenuhnya jam 5. Maghrib (yg waktu setempat jam 5.35) turun lagi namun hanya sebentar dan gerimis saja. Malamnya jam 7 turun, tapi seperti Hujan Jakarta - Deres, Berangin, Cepet.
Esoknya hujan datang lagi siangnya, dan hari sebelumnya, kamis, di pagi hari hujan terus sampai Zuhur.
Anehnya semua ini terjadi sekarang di bulan Mei. Yang seharusnya tidak hujan dan malah harusnya panas...
Global Warming memang sudah terjadi kawan, bahkan di pojok kecil dari dunia ini, di kota kecil ini, efeknya sudah terjadi....terlihat pula ada distorsi dari siklus pertanian disini....
Perubahan iklim ini memang tanda besar bahwa kita telah berbuat bencana, manusia sendiri yang meghasilkan semuanya.
Pertanyaannya, seberapa jauhkah semua ini akan berlangsung? Akankah kita mampu mengubahnya? Dan mampukah kita beradaptasi dengannya? Setidaknya, para petani, di daerah ini, telah memulai beradaptasi....mengubah kalender panen dan tanam Jawa yang sudah ada berabad-abad sebelumnya....
Marilah kita merenung sesaat.
Labels:
Bumi Ngapak,
Climate Change,
Crashpack,
Global Warming,
Hujan,
Iklim,
Karanganyar,
Penghujan,
Perenungan
Crashpack Bumi Ngapak (Pernak-Pernik) : Cah Ngampung Ngomongne Pek-Bhe
Sekilas pernak-pernik dari Karanganyar....
Terjadi tepat kemarin, saat baru menemukan warnet di sekitar Jalan utama yang dilintasi Jalan Utama Pantai Selatan...
Sudah sekitar jam 8.30, baru saja aku pergi dari Pasar Malam di sisi Barat Alun-alun, ingin menulis semua pengalaman hari itu, hari pertama crashpacking ke tempat ini.
Masuk-masuk ke warnet itu, tidak kalah dengan warnet di Jakarta, mumpuni, AC, komputer bagus....headset dan pernak-perniknya....pokoknya kalo disetarakan dengan warnet rata-rata di Jakarta setara lah.
Di tempat sebelah ku ada jejeran 3 anak, bermain game, malem-malem seperti ini : PB mainannya, gak kalah sama anak Jakarta. Ya, PB alias Point Blank - mainan FPS alias First Person-Shooting, tembak-tembakan modern, macam-macam CS/Counter Strike....ya hampir semua orang game tahu.
Awalnya mereka masih kalem, diam....fokus, gaya player yang talk less do more dari observasi awalku. Ternyata baru 3 menit aku buka blog ini, mulai lah terlihat sisi aslinya. RIBUT. Sangat ribut. Andai saja tidak ada Pejuang/Pahlawan bernama Cilik Riwut yang namanya diabadikan sebagai nama Bandara di Kalimantan Tengah (kalo gak salah), yang satu ini mungkin aku sindir dengan namanya.....
Mereka mulai menyalak sana sini, komentar dengan gamenya....
"Lha ko iso nembus? Wah nge-cit yo...."
"Tembakke bae yo nang kono...."
"Bos kabur....ning iku mawon bokong dolanane...."
Mulai dari menyalak yang strategis, kritikan terhadap yang main curang, sampai luapan kebahagiaan pun juga ada...
"Yes! Ngono to, matikno ko'en"
Bahkan, kadang, "kebun binatang" pun keluar komplit dari tiga mulut-mulut kecil itu!
"Ng-as*, alah...."
"Wah, telek wedhus!"
Sebagai remaja yang juga kadang main game di waktu luangnya, ya aku ngerti lah. Tapi mereka ini ternyata SUANGAT RIBUT, melebihi suasana ribut nge-game yang aku tahu. Dan ng-aneh nya, mereka ttep ribut meski sekalipun di daerah campur nge-game dan nge-net....kalau di beberapa tempat di mana tempat nge-game dan browsing saja campur, kadang mereka gak berani...
Yah, ini tanda perubahan. Sekalipun Karanganyar ini adalah tempat yang aku berani bilang dengan komentar yang sama dengan seorang penulis travel terkenal mendeskripsikan mengenai Vientiane, ibu kota Laos...
"a place which changes, but doesn't have any urgency to do it quick. An impression of a time warp..." Sebuah tempat yang tidak ingin terburu-buru untuk berubah, masih tradisionil, perubahan sudah datang ke tempat ini - dimana pemandangan macam ini aku tidak temui setahun yang lalu saat mudik Lebaran....
Dan hebatnya lagi, pemandangan itu datang cukup cepat. Kurang dari satu tahun cukup cepat untuk kota kecil macam ini.
Separah apakah kedepannya? Entah.
Terjadi tepat kemarin, saat baru menemukan warnet di sekitar Jalan utama yang dilintasi Jalan Utama Pantai Selatan...
Sudah sekitar jam 8.30, baru saja aku pergi dari Pasar Malam di sisi Barat Alun-alun, ingin menulis semua pengalaman hari itu, hari pertama crashpacking ke tempat ini.
Masuk-masuk ke warnet itu, tidak kalah dengan warnet di Jakarta, mumpuni, AC, komputer bagus....headset dan pernak-perniknya....pokoknya kalo disetarakan dengan warnet rata-rata di Jakarta setara lah.
Di tempat sebelah ku ada jejeran 3 anak, bermain game, malem-malem seperti ini : PB mainannya, gak kalah sama anak Jakarta. Ya, PB alias Point Blank - mainan FPS alias First Person-Shooting, tembak-tembakan modern, macam-macam CS/Counter Strike....ya hampir semua orang game tahu.
Awalnya mereka masih kalem, diam....fokus, gaya player yang talk less do more dari observasi awalku. Ternyata baru 3 menit aku buka blog ini, mulai lah terlihat sisi aslinya. RIBUT. Sangat ribut. Andai saja tidak ada Pejuang/Pahlawan bernama Cilik Riwut yang namanya diabadikan sebagai nama Bandara di Kalimantan Tengah (kalo gak salah), yang satu ini mungkin aku sindir dengan namanya.....
Mereka mulai menyalak sana sini, komentar dengan gamenya....
"Lha ko iso nembus? Wah nge-cit yo...."
"Tembakke bae yo nang kono...."
"Bos kabur....ning iku mawon bokong dolanane...."
Mulai dari menyalak yang strategis, kritikan terhadap yang main curang, sampai luapan kebahagiaan pun juga ada...
"Yes! Ngono to, matikno ko'en"
Bahkan, kadang, "kebun binatang" pun keluar komplit dari tiga mulut-mulut kecil itu!
"Ng-as*, alah...."
"Wah, telek wedhus!"
Sebagai remaja yang juga kadang main game di waktu luangnya, ya aku ngerti lah. Tapi mereka ini ternyata SUANGAT RIBUT, melebihi suasana ribut nge-game yang aku tahu. Dan ng-aneh nya, mereka ttep ribut meski sekalipun di daerah campur nge-game dan nge-net....kalau di beberapa tempat di mana tempat nge-game dan browsing saja campur, kadang mereka gak berani...
Yah, ini tanda perubahan. Sekalipun Karanganyar ini adalah tempat yang aku berani bilang dengan komentar yang sama dengan seorang penulis travel terkenal mendeskripsikan mengenai Vientiane, ibu kota Laos...
"a place which changes, but doesn't have any urgency to do it quick. An impression of a time warp..." Sebuah tempat yang tidak ingin terburu-buru untuk berubah, masih tradisionil, perubahan sudah datang ke tempat ini - dimana pemandangan macam ini aku tidak temui setahun yang lalu saat mudik Lebaran....
Dan hebatnya lagi, pemandangan itu datang cukup cepat. Kurang dari satu tahun cukup cepat untuk kota kecil macam ini.
Separah apakah kedepannya? Entah.
Labels:
Bumi Ngapak,
Crashpack,
Karanganyar,
Ngegame,
Perenungan,
Perubahan,
Warnets
Monday, February 22, 2010
Do'a Hidup
Ahhh...sekarang lagi 'pinned down' sama 'artillery barrage' ny yang namanya virus Salmonella Typhi alias TYPHUS. berdo'a zikir terus pagi malem buat sembuh n minta doa dari orang lain juga. Waktunya mendekat kepada YME (Sayangnya sifat hanya begini kalo lagi sakit atau susah masih sering ada dalem diri gue)
Anyway ngomong2 soal do'a...
Apakah anda sudah punya do'a hidup?
Ya, do'a hidup sendiri itu adalah do'a yang menjadi tegak komitmen tiap hari - do'a yang selalu diucapkan tiap hari yang merupakan landasan buat kehidupan anda selalu. Banyak orang besar yang mempunyai do'a khusus personal mereka, seringkali mereka bagi kepada orang lain tentu selain untuk menebar kebaikan diantara kita semua ialah untuk menambah kebaikan diri mereka - contoh saja Benjamin Franklin, dan Abu Nawas.
Saya sendiri sudah punya do'a kehidupan, rutin diucapkan tiap hari 5x minimal - ini komitmen untuk kehidupan selalu. Untuk apa yang saya perbuat ada landasan pada do'a ini.
Do'anya singkat saja, tidak terlalu banyak, tapi straight to the point:
Dari sini saya ambil teguh komitmen untuk selalu menjadi berguna dalam kehidupan. Dan untuk menjelajahi dan meneladani setiap point dari kehidupan sendiri, dimanapun dan kapanpun. Untuk menjadi observan namun tetap aktif bekerja. Itulah.
Sayangnya semua ini tidak bisa dilakukan sekarang karena sakit...oleh karena itu - bersyukurlah orang-orang sehat! Dan jangan lengah sampai sakit seperti saya ya!!!
Setidaknya untuk kebaikan saya saya menulis ini di blog, untuk tetap menebar kebaikan.
Jadi, bagaimana, sudahkah anda memiliki 'do'a kehidupan' anda? Mulailah dari sekarang, sehingga tonggak canangan untuk kehidupan terlihat jelas.
Pejaten, Jakarta, 22022010
*From my sickbed*
Anyway ngomong2 soal do'a...
Apakah anda sudah punya do'a hidup?
Ya, do'a hidup sendiri itu adalah do'a yang menjadi tegak komitmen tiap hari - do'a yang selalu diucapkan tiap hari yang merupakan landasan buat kehidupan anda selalu. Banyak orang besar yang mempunyai do'a khusus personal mereka, seringkali mereka bagi kepada orang lain tentu selain untuk menebar kebaikan diantara kita semua ialah untuk menambah kebaikan diri mereka - contoh saja Benjamin Franklin, dan Abu Nawas.
Saya sendiri sudah punya do'a kehidupan, rutin diucapkan tiap hari 5x minimal - ini komitmen untuk kehidupan selalu. Untuk apa yang saya perbuat ada landasan pada do'a ini.
Do'anya singkat saja, tidak terlalu banyak, tapi straight to the point:
"Ya Tuhanku janganlah engkau ambil nyawaku sebelum aku melihat dunia yang sesungguhnya - dari pegununganMu hingga dalamnya lautanMu, dari dinginnya kutubMu hingga panasnya gurunMu. Dan dari kekayaan yang Kau pinjamkan hingga kemiskinan yang Kau cobakan."
"Ya Tuhanku janganlah engkau ambil nyawaku sebelum aku sanggup melakukan sesuatu yang berguna di dunia ini - biarkanlah aku menebar kebaikan dan menjadi teladan untuk semua umur dan zaman sebagaimana para wali dan kekasihMu telah lakukan."
Dari sini saya ambil teguh komitmen untuk selalu menjadi berguna dalam kehidupan. Dan untuk menjelajahi dan meneladani setiap point dari kehidupan sendiri, dimanapun dan kapanpun. Untuk menjadi observan namun tetap aktif bekerja. Itulah.
Sayangnya semua ini tidak bisa dilakukan sekarang karena sakit...oleh karena itu - bersyukurlah orang-orang sehat! Dan jangan lengah sampai sakit seperti saya ya!!!
Setidaknya untuk kebaikan saya saya menulis ini di blog, untuk tetap menebar kebaikan.
Jadi, bagaimana, sudahkah anda memiliki 'do'a kehidupan' anda? Mulailah dari sekarang, sehingga tonggak canangan untuk kehidupan terlihat jelas.
Pejaten, Jakarta, 22022010
*From my sickbed*
Wednesday, February 17, 2010
Puisi Tiga ; Perjalanan Jiwa
Perjalanan Jiwa
JIWA (TERBANG)
Nun jauh bahkan tak terlihat oleh mata
Lantunan nada merdu terdengar tanpa kata
Namun ketika kutajamkan telinga
Terdengar suara yang membekukan raga
Melayangkan nalar hingga
Jiwa pun terbang lega
Melayang ke langit malam
Dingin nan hitam
Pelahan terbang jiwaku
Menelusup kegelapan kaku
Menembus batas wajar perilaku
Menjadi sebuah fondasi paku
Menuju tempat mulia
Nan firdausi penuh ceria
Dimana waktu berhenti
Dan semua yang lain seakan mati
Seakan dunia hanya milik berdua nanti
Semua seakan aku telah merasakan
Kedamaian hari esok dalam impian
Genggaman tangan erat seorang kekasih idaman
Jiwaku telah terbang dalam cinta penuh keeratan
JIWA (DIATAS AWAN)
Nun jauh bahkan tak terlihat oleh mata
Lantunan nada merdu terdengar tanpa kata
Namun ketika kutajamkan telinga
Terdengar suara yang membekukan raga
Langit telah aku tembus
Jiwaku berjalan melayang terus
Tanpa perasaan beban yang menggerus
Jiwakupun melawan kenyataan sudah
Waktu dibuatnya seakan tak berharga dan rendah
Bahwa penantian satu kehidupan adalah
Kebiasaan belaka dalam proses seribu abad dimana kalah
Adalah jawaban yang tidak akan didapatkan pada akhiran dimana kita berserah
Engkaupun hadir didalam jiwa yang dulunya membatu
Bukan sekadar melengkapi kebersamaan
Namun bahkan menyatu dalam jiwa dan raga satu
Sungguh nalarku telah berhenti
Jiwaku kini telah merasa tinggi lepas dari kotak peti
Yang dulu menguburnya dalam kekejaman kesengsaraan tak berhati
Jiwaku mulai melangkah
Dalam suatu impian yang mungkin kenyataan terarah
Mengenai kesatuanmu denganku disini
Jiwa pun terasa hidup dengan ini
Kesakitan seluruhnya musnah bagai habis perang
Aku pun melihat esok yang lebih terang
Sekalipun bukan kenyataan
Semuanya terasa indah dan bergelimpangan
Cinta dimana-mana
Jiwaku memang menembus awan sana
JIWA (KEMBALI)
Nun jauh bahkan tak terlihat oleh mata
Lantunan nada merdu terdengar tanpa kata
Namun ketika kutajamkan telinga
Terdengar suara yang membekukan raga
Bagaikan sangkakala
Isyarat ini membunyikan pertanda pula
Bahwa telah waktunya kembali pada realita
Tibalah untuk jiwa kembali ke cangkang pelita
Aku kini percaya
Dengan kekuatan dan ketegaran
Yang tersurat dari kelembutan
Sekarang aku mulai berfikir
Tidak secara depresif namun secara partikulir
Secara menyenangkan bukan dengan siksaan berdesir
Mengenai hari-hari kita yang telah lalu
Yang kita lewati hanya dalam rasa biasa dan pahit
Hingga lidahpun menjadi berasa kelu
Aku berfikir untuk mengubahnya tanpa berkelit
Agar hidup terasa sangat nyata
Agar cinta terasa sama rata
Agar semua menjadi kebahagiaan abadi dalam realita
Jiwaku telah kembali lagi
Dan ku akan mulai esok pagi
Dengan semangat baru ini
JIWA (TERBANG)
Nun jauh bahkan tak terlihat oleh mata
Lantunan nada merdu terdengar tanpa kata
Namun ketika kutajamkan telinga
Terdengar suara yang membekukan raga
Melayangkan nalar hingga
Jiwa pun terbang lega
Melayang ke langit malam
Dingin nan hitam
Pelahan terbang jiwaku
Menelusup kegelapan kaku
Menembus batas wajar perilaku
Menjadi sebuah fondasi paku
Menuju tempat mulia
Nan firdausi penuh ceria
Dimana waktu berhenti
Dan semua yang lain seakan mati
Seakan dunia hanya milik berdua nanti
Semua seakan aku telah merasakan
Kedamaian hari esok dalam impian
Genggaman tangan erat seorang kekasih idaman
Jiwaku telah terbang dalam cinta penuh keeratan
JIWA (DIATAS AWAN)
Nun jauh bahkan tak terlihat oleh mata
Lantunan nada merdu terdengar tanpa kata
Namun ketika kutajamkan telinga
Terdengar suara yang membekukan raga
Langit telah aku tembus
Jiwaku berjalan melayang terus
Tanpa perasaan beban yang menggerus
Jiwakupun melawan kenyataan sudah
Waktu dibuatnya seakan tak berharga dan rendah
Bahwa penantian satu kehidupan adalah
Kebiasaan belaka dalam proses seribu abad dimana kalah
Adalah jawaban yang tidak akan didapatkan pada akhiran dimana kita berserah
Engkaupun hadir didalam jiwa yang dulunya membatu
Bukan sekadar melengkapi kebersamaan
Namun bahkan menyatu dalam jiwa dan raga satu
Sungguh nalarku telah berhenti
Jiwaku kini telah merasa tinggi lepas dari kotak peti
Yang dulu menguburnya dalam kekejaman kesengsaraan tak berhati
Jiwaku mulai melangkah
Dalam suatu impian yang mungkin kenyataan terarah
Mengenai kesatuanmu denganku disini
Jiwa pun terasa hidup dengan ini
Kesakitan seluruhnya musnah bagai habis perang
Aku pun melihat esok yang lebih terang
Sekalipun bukan kenyataan
Semuanya terasa indah dan bergelimpangan
Cinta dimana-mana
Jiwaku memang menembus awan sana
JIWA (KEMBALI)
Nun jauh bahkan tak terlihat oleh mata
Lantunan nada merdu terdengar tanpa kata
Namun ketika kutajamkan telinga
Terdengar suara yang membekukan raga
Bagaikan sangkakala
Isyarat ini membunyikan pertanda pula
Bahwa telah waktunya kembali pada realita
Tibalah untuk jiwa kembali ke cangkang pelita
Aku kini percaya
Dengan kekuatan dan ketegaran
Yang tersurat dari kelembutan
Sekarang aku mulai berfikir
Tidak secara depresif namun secara partikulir
Secara menyenangkan bukan dengan siksaan berdesir
Mengenai hari-hari kita yang telah lalu
Yang kita lewati hanya dalam rasa biasa dan pahit
Hingga lidahpun menjadi berasa kelu
Aku berfikir untuk mengubahnya tanpa berkelit
Agar hidup terasa sangat nyata
Agar cinta terasa sama rata
Agar semua menjadi kebahagiaan abadi dalam realita
Jiwaku telah kembali lagi
Dan ku akan mulai esok pagi
Dengan semangat baru ini
Wednesday, May 6, 2009
CatongGile - inikah saatnya?
Sejak dulu sudah banyak memang filosopi dan pemikiran kecil-kecil namun berarti dari aku dan dari cerita pengalaman orang lain yang kudengar...
Jadi menurutku mengapa tidak membagikannya ke orang banyak?
Ini posting pertanyaan, jadi comment aja - commentnya itu jawaban/kritik-saran/komentar/apresiasi terhadap pertanyaan dibawah:
"Apakah perjalanan hidup gw & cerita2 lainnya boleh gw bukuin?"
Jadi menurutku mengapa tidak membagikannya ke orang banyak?
Ini posting pertanyaan, jadi comment aja - commentnya itu jawaban/kritik-saran/komentar/apresiasi terhadap pertanyaan dibawah:
"Apakah perjalanan hidup gw & cerita2 lainnya boleh gw bukuin?"
Monday, March 16, 2009
Mengertilah - suatu Sajak untuk cinta dan negeri
Untuk Caleg-caleg, petinggi-petinggi partai, DPR-MPR...pejabat negara kita
Dan juga untuk dia yang satu itu...yang selalu ku cinta dimanapun ku berada
"Caleg demi caleg menggila
Intimidasi dan Kolusi di mana-mana
Demi kontrol kekuasaan di kursi atas negara...."
"Cinta membubung tinggi
Hasrat yang membuatku berani berlari
Mengejar dirimu terus, kasih..."
"Norma demi norma terusak sudah
Konflik opini makin menggila telah
Tatanan kota kini sudah tak tertata
Semua semakin gila, oh tanahku Indonesia..."
"Kau tak pernah menjawab daku, sayangku
Padahal di hati ini hanya bisa menyayangi dirimu
Hanya bisa mendo'akanmu, mengawasimu
Memastikanmu tetap dalam naungan bahagia tanpa sedih sedu
Oh, cinta...sedih daku melihat itu"
"Semua ingin demokrasi, tapi hanya para wakil rakyat yang punya
Hak-hak menggugat ini itu-nya negara
Sementara suara kita
Hanya bagaikan bisik-bisik tiada guna bagi mereka
Padahal telah kita suarakan
Telah kita TERIAKKAN
Bahwa negeri ini dibawa keambang KEHANCURAN"
"Yayangku, kau tetap saja membisu
Berlari keluar dari bayangku
Yang selalu ingin dekatmu
Aku coba tuk berontak
Hanya tuk menjadi DEKAT DENGANMU
Tapi kau hanya diam pilu...
Aku rasa nyawaku seperti DIRENGGUT
Rasanya tiada lagi yang menyenangkan hati atau mengenyangkan perut..."
"Transportasi sudah tak ada KETERTIBAN
Produktivitas panen selalu dalam KEGAGALAN
Sedikit saja kata sembarang memulai kegilaan KERIBUTAN
Sementara pemimpin kita tidak MEMPERDULIKAN
Hanya berusaha untuk mengamankan KURSI KEBESARAN
Dari pesaing haus KEKUASAAN
Yang lain...
MANA SIMPATIMU PADA NEGERIMU SENDIRI
INDONESIA INI?
WAHAI KAU PARA PETINGGI NEGERI!
JAWAB PERTANYAANKU TADI!"
"Hidup rasanya sudah tiada NYAMAN
Nafaspun sesak berat seperti sudah SEKARAT
Padahal hati ini tak bisa alihkan PERHATIAN
Dari DIRIMU
INIKAH BALASANMU
PADA CINTAKU YANG TULUS ITU?
WAHAI KAU CINTAKU YAYANGKU!
JAWAB PERTANYAANKU ITU!"
"MENGERTILAH
O PEMIMPIN INDONESIA
MENGERTILAH RAKYAT-RAKYATMU INI
YANG MENJADI PERTANGGUNGJAWABANMU HINGGA NANTI
JANGAN KAU PEDULIKAN DIRI DAN JABATANMU SAJA
HINGGA MENINGGALKAN KAMI DALAM KEADAAN GILA
MENGERTILAH!
BILA MEMANG KAU PEMIMPIN SEJATI"
"MENGERTILAH
OH YAYANGKU YANG KU CINTA SELALU
MENGERTILAH ORANG YANG MENCINTAMU
YANG MENDO'AKANMU YANG MEMIKIRKANMU
TIAP HARI TIAP SAAT TIAP WAKTU
YANG MENGHARAPKANMU MENJADI LEBIH BAIK DARI WAKTU KE WAKTU
JANGANLAH KAU HANYA PEDULIKAN RASAMU
TANPA PEDULIKAN RASAKU
MENGERTILAH!
KARENA KU MEMBUTUHKANMU, CINTA
UNTUK HIDUP DI DUNIA INI DENGAN BAHAGIA..."
Mikhayllya Arkandijnedzovski / Namen RUS verzie
Arkhandijnezew Iljanezustivikchnarawszt/ Namen POL verzie
Mikhailja Arkandzovic/ Namen SRB verzie
M.Arkan
Jakarta
12 Maret 2009
9.00-9.15
Dan juga untuk dia yang satu itu...yang selalu ku cinta dimanapun ku berada
"Caleg demi caleg menggila
Intimidasi dan Kolusi di mana-mana
Demi kontrol kekuasaan di kursi atas negara...."
"Cinta membubung tinggi
Hasrat yang membuatku berani berlari
Mengejar dirimu terus, kasih..."
"Norma demi norma terusak sudah
Konflik opini makin menggila telah
Tatanan kota kini sudah tak tertata
Semua semakin gila, oh tanahku Indonesia..."
"Kau tak pernah menjawab daku, sayangku
Padahal di hati ini hanya bisa menyayangi dirimu
Hanya bisa mendo'akanmu, mengawasimu
Memastikanmu tetap dalam naungan bahagia tanpa sedih sedu
Oh, cinta...sedih daku melihat itu"
"Semua ingin demokrasi, tapi hanya para wakil rakyat yang punya
Hak-hak menggugat ini itu-nya negara
Sementara suara kita
Hanya bagaikan bisik-bisik tiada guna bagi mereka
Padahal telah kita suarakan
Telah kita TERIAKKAN
Bahwa negeri ini dibawa keambang KEHANCURAN"
"Yayangku, kau tetap saja membisu
Berlari keluar dari bayangku
Yang selalu ingin dekatmu
Aku coba tuk berontak
Hanya tuk menjadi DEKAT DENGANMU
Tapi kau hanya diam pilu...
Aku rasa nyawaku seperti DIRENGGUT
Rasanya tiada lagi yang menyenangkan hati atau mengenyangkan perut..."
"Transportasi sudah tak ada KETERTIBAN
Produktivitas panen selalu dalam KEGAGALAN
Sedikit saja kata sembarang memulai kegilaan KERIBUTAN
Sementara pemimpin kita tidak MEMPERDULIKAN
Hanya berusaha untuk mengamankan KURSI KEBESARAN
Dari pesaing haus KEKUASAAN
Yang lain...
MANA SIMPATIMU PADA NEGERIMU SENDIRI
INDONESIA INI?
WAHAI KAU PARA PETINGGI NEGERI!
JAWAB PERTANYAANKU TADI!"
"Hidup rasanya sudah tiada NYAMAN
Nafaspun sesak berat seperti sudah SEKARAT
Padahal hati ini tak bisa alihkan PERHATIAN
Dari DIRIMU
INIKAH BALASANMU
PADA CINTAKU YANG TULUS ITU?
WAHAI KAU CINTAKU YAYANGKU!
JAWAB PERTANYAANKU ITU!"
"MENGERTILAH
O PEMIMPIN INDONESIA
MENGERTILAH RAKYAT-RAKYATMU INI
YANG MENJADI PERTANGGUNGJAWABANMU HINGGA NANTI
JANGAN KAU PEDULIKAN DIRI DAN JABATANMU SAJA
HINGGA MENINGGALKAN KAMI DALAM KEADAAN GILA
MENGERTILAH!
BILA MEMANG KAU PEMIMPIN SEJATI"
"MENGERTILAH
OH YAYANGKU YANG KU CINTA SELALU
MENGERTILAH ORANG YANG MENCINTAMU
YANG MENDO'AKANMU YANG MEMIKIRKANMU
TIAP HARI TIAP SAAT TIAP WAKTU
YANG MENGHARAPKANMU MENJADI LEBIH BAIK DARI WAKTU KE WAKTU
JANGANLAH KAU HANYA PEDULIKAN RASAMU
TANPA PEDULIKAN RASAKU
MENGERTILAH!
KARENA KU MEMBUTUHKANMU, CINTA
UNTUK HIDUP DI DUNIA INI DENGAN BAHAGIA..."
Mikhayllya Arkandijnedzovski / Namen RUS verzie
Arkhandijnezew Iljanezustivikchnarawszt/ Namen POL verzie
Mikhailja Arkandzovic/ Namen SRB verzie
M.Arkan
Jakarta
12 Maret 2009
9.00-9.15
Labels:
Opini-Filozofi,
Perenungan,
perjalanan diri,
Poeisi,
protes
Thursday, January 1, 2009
Tahun baru: Hanya semangat satu hari?
Jakarta, 1-Januari-2009
Джакарта, 1-января-2009
(baca: Dzhakarta, Odin Yanvarya Dve Tyrsyachi devyat)
SUGENG WARSA ENGGAL 2009!!!
HAPPY NEW YEAR 2009!!
SELAMAT TAHUN BARU 2009!!
С новым годом 2009!!! (Baca: Es Novyrum Godom Dve Tyrsyachi Devyat)
Ingat lagu Badai Pasti Berlalu? Yang dulu dinyanyikan Crishye dan tahun2 belakang ini dinyanyikan lagi oleh Ari Lasso untuk OST film Badai Pasti Berlalu. Selalu pasti ada dalam ingatan tentang liriknya...ya, lagu itu menceritakan tentang jatuh bangun anak manusia dalam hidup...begitu juga sama dengan dalam lagu Mengejar Matahari milik Ari Lasso juga...sama2 menceritakan hal yang sama.
Lalu...What's d connection antara lagu2 tersebut dengan Nieuwjaar alias tahun baru? Oh, tentu saja ada - Tahun baru selalu di-identik-kan dengan sebuah ajang rebirth seseorang ke dunia dengan fikiran yg lebih baik dsc. - bukankah tahun baru sering kita jadikan tolak ukur untuk membuat planning,target,perenungan untuk menuju ke hidup baru yang lebih baik? Seperti dalam lagu A Brand New Day-nya Ten2Five? Bukankah kita, selalu, setiap menjelang tahun baru, membuat planning dan goals untuk yang akan datang?
Memang itu sangatlah bagus...ya, kontemplasi...perenungan...untuk tahun yang baru...untuk hidup yang baru...memang sebuah target bagus...
Tapi yang saya ingin tanyakan disini, yang saya ingin presentasikan disini bukanlah tentang perenungan tersebut, bukan, tapi tentang konsistensi kita menjaga hasil dari kontemplasti tersebut, dari perenungan tersebut...
Ya, kita semua tahu tentang frase satu ini - panas panas tahi ayam; dan itulah yang melanda banyak orang di negeri kita..harus diakui aku sendiri terkadang seperti itu pula...dan memang frase satu ini benar-benar bisa merepresentasikan mengapa kebanyakan orang di negeri ini juga kurang...emm...kurang...yah...poko'e itu adalah salah satu alasan pokok kenapa negeri ini masih kelabu belum dapat maju ke kancah tingkatan negeri yang lebih tinggi...kita masih developing country, ya, kita masih berkembang...tapi progres-nya sangatlah kecil...padahal tiap tahun kita selalu punya planning baru - siapapun itu kita selalu ada tujuan yang baru di saat tahun baru...tidak peduli itu anak-anak,orang tua,pejabat,pedagang asongan...sopo bae...pasti ada. Tapi pertanyaannya; bagaimana realisasinya? DAN sanggupkah kita mempertahankan spirit untuk menuju a better life tersebut hingga akhir tahun nanti?
Itulah tantangan sebenarnya dalam menghadapi tahun yg baru - apakah, semua resolusi dan kontemplasi yang sudah kita persiapkan bisa kita pertahankan hingga nanti...apakah kita bisa survive dan tidak melenceng dari target kita...kita seringkali, di tengah tahun atau akhir tahun mendapati diri kita depresif dan stres - sangat melenceng dari harapan kita untuk menjadi a better person dengan spirit yang lebih OK dan cita2 yang lebih tinggi dan hasil akhir yang bagus pula yang kita idam-idamkan dan paparkan dalam kepala kita saat tahun baru menjelang...sia-sia bukan jika kita pikirkan lagi tentang resolusi pergantian tahun kita kandas pada saat2 seperti itu di pertengahan tahun nanti?
N because of that, kita harus punya effort yang lebih sejak awal tahun - jangan biarkan kita hanya punya mimpi...tapi tanpa realisasi; jangan biarkan semua resolusi dan refleksi yang telah kita persiapkan itu melayang dari pikiran kita hingga akhir tahun nanti... jangan biarkan momen tahun baru dan segalamacam resolusinya hanya bertahan untuk satu hari!!! Ini adalah weakness dari kebanyakan dari kita - jangan sampai ini terjadi; menurut saya, semua orang bisa saja sukses...tapi jangan biarkan hasil kontemplasi macam itu melayang begitu saja...karena actually kalau dari observasi saya, resolusi pergantian tahun orang banyak yang sudah bagus...cukuplah untuk membuat hidup mereka lebih baik...tapi, problemnya ya tadi - kita tidak menjaga target2 dan resolusi tersebut secara konsisten, dan dari problem tersebut maka realisasi dari target2 tersebut juga akhirnya harus melenceng.
So man....keep ur thoughts on d line! Tetap terus bersama resolusi yg sudah di buat! Jangan cuma semangat satu hari saja! Keep the spirit alive until next year when you have a brand new resolution!
Mikhayl ArkanDzovskI
Djakarta, Januari 2009
Джакарта, 1-января-2009
(baca: Dzhakarta, Odin Yanvarya Dve Tyrsyachi devyat)
SUGENG WARSA ENGGAL 2009!!!
HAPPY NEW YEAR 2009!!
SELAMAT TAHUN BARU 2009!!
С новым годом 2009!!! (Baca: Es Novyrum Godom Dve Tyrsyachi Devyat)
Ingat lagu Badai Pasti Berlalu? Yang dulu dinyanyikan Crishye dan tahun2 belakang ini dinyanyikan lagi oleh Ari Lasso untuk OST film Badai Pasti Berlalu. Selalu pasti ada dalam ingatan tentang liriknya...ya, lagu itu menceritakan tentang jatuh bangun anak manusia dalam hidup...begitu juga sama dengan dalam lagu Mengejar Matahari milik Ari Lasso juga...sama2 menceritakan hal yang sama.
Lalu...What's d connection antara lagu2 tersebut dengan Nieuwjaar alias tahun baru? Oh, tentu saja ada - Tahun baru selalu di-identik-kan dengan sebuah ajang rebirth seseorang ke dunia dengan fikiran yg lebih baik dsc. - bukankah tahun baru sering kita jadikan tolak ukur untuk membuat planning,target,perenungan untuk menuju ke hidup baru yang lebih baik? Seperti dalam lagu A Brand New Day-nya Ten2Five? Bukankah kita, selalu, setiap menjelang tahun baru, membuat planning dan goals untuk yang akan datang?
Memang itu sangatlah bagus...ya, kontemplasi...perenungan...untuk tahun yang baru...untuk hidup yang baru...memang sebuah target bagus...
Tapi yang saya ingin tanyakan disini, yang saya ingin presentasikan disini bukanlah tentang perenungan tersebut, bukan, tapi tentang konsistensi kita menjaga hasil dari kontemplasti tersebut, dari perenungan tersebut...
Ya, kita semua tahu tentang frase satu ini - panas panas tahi ayam; dan itulah yang melanda banyak orang di negeri kita..harus diakui aku sendiri terkadang seperti itu pula...dan memang frase satu ini benar-benar bisa merepresentasikan mengapa kebanyakan orang di negeri ini juga kurang...emm...kurang...yah...poko'e itu adalah salah satu alasan pokok kenapa negeri ini masih kelabu belum dapat maju ke kancah tingkatan negeri yang lebih tinggi...kita masih developing country, ya, kita masih berkembang...tapi progres-nya sangatlah kecil...padahal tiap tahun kita selalu punya planning baru - siapapun itu kita selalu ada tujuan yang baru di saat tahun baru...tidak peduli itu anak-anak,orang tua,pejabat,pedagang asongan...sopo bae...pasti ada. Tapi pertanyaannya; bagaimana realisasinya? DAN sanggupkah kita mempertahankan spirit untuk menuju a better life tersebut hingga akhir tahun nanti?
Itulah tantangan sebenarnya dalam menghadapi tahun yg baru - apakah, semua resolusi dan kontemplasi yang sudah kita persiapkan bisa kita pertahankan hingga nanti...apakah kita bisa survive dan tidak melenceng dari target kita...kita seringkali, di tengah tahun atau akhir tahun mendapati diri kita depresif dan stres - sangat melenceng dari harapan kita untuk menjadi a better person dengan spirit yang lebih OK dan cita2 yang lebih tinggi dan hasil akhir yang bagus pula yang kita idam-idamkan dan paparkan dalam kepala kita saat tahun baru menjelang...sia-sia bukan jika kita pikirkan lagi tentang resolusi pergantian tahun kita kandas pada saat2 seperti itu di pertengahan tahun nanti?
N because of that, kita harus punya effort yang lebih sejak awal tahun - jangan biarkan kita hanya punya mimpi...tapi tanpa realisasi; jangan biarkan semua resolusi dan refleksi yang telah kita persiapkan itu melayang dari pikiran kita hingga akhir tahun nanti... jangan biarkan momen tahun baru dan segalamacam resolusinya hanya bertahan untuk satu hari!!! Ini adalah weakness dari kebanyakan dari kita - jangan sampai ini terjadi; menurut saya, semua orang bisa saja sukses...tapi jangan biarkan hasil kontemplasi macam itu melayang begitu saja...karena actually kalau dari observasi saya, resolusi pergantian tahun orang banyak yang sudah bagus...cukuplah untuk membuat hidup mereka lebih baik...tapi, problemnya ya tadi - kita tidak menjaga target2 dan resolusi tersebut secara konsisten, dan dari problem tersebut maka realisasi dari target2 tersebut juga akhirnya harus melenceng.
So man....keep ur thoughts on d line! Tetap terus bersama resolusi yg sudah di buat! Jangan cuma semangat satu hari saja! Keep the spirit alive until next year when you have a brand new resolution!
Mikhayl ArkanDzovskI
Djakarta, Januari 2009
Wednesday, December 17, 2008
6.30... is it wise?
Ya, posting gw kali ini is by no means try to offend someone - tidak berusaha untuk menekan maupun menyerang seseorang (yg gw maksud tentu saja adalah gubernur DKI kita, Bang Fauzi dan staf Pemda-nya)....
Tapi kali ini gw pengen speak out dan menggali lebih dalam tentang 'kebijakan' (apa emang perlu dibilang kebijakan? Kayaknya nggak banget deh) tentang jam masuk anak sekolah yg dicepetin jadi Jam 1/2 7.... ya, kali ini gw pengen protes (man, gw masih anak sekolahan!)....
So, oke, ada apa sih dengan masuk jam 1/2 7 sih? Katanya bang Fokke semua itu supaya g ada yg namanya kemacetan berlebih - dengan pengendoran bentrokkan jam antara jam sekolah dan jam kerja orang kantoran jadi katanya kemacetan bisa dikurangi....
Kayaknya emang bener, tapi pliz, bang Fokke.... mohon lihat dari aspek d youth yg sekolah juga; emang sih kita bisa ikut rekor dunia tapi... pliz, bang Fokke n d stafz of d Pemda, Pertimbangkan lagi semuanya. Ada beberapa alasan yg akan menjadi counter-attack-reason dari 'kebijakan' ini...
Firzt one; ada yg pernah denger istilah yg bernama accumulated fatigue? Kalo yg ud sring main game bola n sdr.2 ny pasti udah tahu - y, accumulated fatigue, seperti namanya, berarti adalah kelelahan yg ditumpuk - maksudnya udah pasti... kalo rasa capek dari satu hari bakal kebawa ke hari yg lain (besoknya) kcuali ad total recovery; nah, ini bakal terjadi pada kawula muda harapan bangsa kita (ca' elah.... bahasa gw tlalu drematicir banget deh) kalo yg namanya 'kebijakan' masuk skul jam 6.30 terjadi - memang benar, di kebanyakan sekolah jika jam masuk di undur maka jam pulang akan di undur juga tapi perhatikan pula aspek pendidikan non-akademika (non-sekolah) mereka; les, bimbel, ekskul dll. yang tetap memberatkan jadwal mereka. Dan meski adapula yg tidak dibebani les dan segalamacamnya itu mereka akan tetap terbebani pula - PR tidak berkurang atau semacamnya jadi.... tetap saja akan lelah nantinya.
Yg kedua; efek psikologis - dari yg namanya accumulated fatigue yg baru ta' omongin tadi, akan terjadi semacam efek domino. Ingat - seperti tubuh kita dimana saat satu bagian tubuh menjadi tidak enak maka bagian lain akan terkena efek pula maka ketika tubuh kita menjadi lemas maka fikiran dan emosi kita juga akan menjadi lemas...perasaan menjadi lemah dan tidak bersemangat akan menyelubungi fikiran dari kita, para pelajar, yg terkena efek dari accumulated fatigue ini - lama kelamaan efek psikologis ini akan menggugah suatu ketidak bersemangatan yg dahsyat yg akhirnya malah menuntun kepada ke tidaksenangan pada belajar - itu akan menyebabkan suatu keterpaksaan (cachee enforcer) yg malah akan tidak menyenangkan sang anak sendiri dan akhirnya hasil belajar tidak optimal - nah Bang Fokke n frens, pilih mana - macet atau k-optimalisasian belajar??? Tanyalah kpada stiap guru di Jakarta pasti mereka lebih memilih k-optimalisasian blajar....
So mohon kpada Bang Fokke n frens, mohon dipertimbangkan lagi... dan kalau bisa tariklah dari peredaran 'kebijakan' gendeng ini.... it's never too late for a second chance!! seperti yg dikatakan di film Nights In Rodante (gw gak nonton, cuman ngambil kalimat tag-nya doang...). Jgan cuman gara-gara "Yah Telanjur" jadinya tetap ada semacam kelanjutan berkepanjangan - langkah yg bijak skarang adalah seharusnya dgan cukup halus kita tarik isu 'masuk 6.30', sdikit dmi sdikit hingga akhirnya waktunya pas untuk menarik dari peredaran aturan main edan ini...
Terakhir - jika kalian masih menganggap alasan 'efektifisasi jalanan' alias pengurangan kemacetan sebagai alasan ngeyel utama, ta' kasi tau - koe mesti tau aja, inggih - kalo sbnarnya yg namanya macet tuh bukan karena volume kendaraan anak sekolahan.. tapi.... karena....infrastruktur peng-efektifisasi jalan yg lu bangun aj belum bener!!!! lu aja bikin infrastruktur kayak Busway belum bener! Benerin dulu tuh! Kalo uda bener dan ternyata emang kemacetan g berkurang bru deh ni rencana lu jalanin - n juga, kalo lu mo tau kinerja lo jangan tanya diri sendiri - tanya orang lain; dapetin tuh...opini rakyat Jkt supaya lu tau... sambil tanya seharusnya kita bgimana buat ngatesin ni macet; J-CO aj suksesnya kan gara2 dia nanyain orang donat yg enak tuh gmana... masa lu gak? Hayo ye, Pemda DKI, revolusi ke arah yg baek dong!
ArkanDzovskI
Tanpa maksud personal offend
Atas nama seluruh pelajar di Jakarta
Yang tidak setuju pada kebijakan masuk jam 6.30
Dengan ini Diharapkan Pemda DKI bisa belajar untuk tidak sa'pinake dhewe!
Pejaten, 17 Desember 2008.
Tapi kali ini gw pengen speak out dan menggali lebih dalam tentang 'kebijakan' (apa emang perlu dibilang kebijakan? Kayaknya nggak banget deh) tentang jam masuk anak sekolah yg dicepetin jadi Jam 1/2 7.... ya, kali ini gw pengen protes (man, gw masih anak sekolahan!)....
So, oke, ada apa sih dengan masuk jam 1/2 7 sih? Katanya bang Fokke semua itu supaya g ada yg namanya kemacetan berlebih - dengan pengendoran bentrokkan jam antara jam sekolah dan jam kerja orang kantoran jadi katanya kemacetan bisa dikurangi....
Kayaknya emang bener, tapi pliz, bang Fokke.... mohon lihat dari aspek d youth yg sekolah juga; emang sih kita bisa ikut rekor dunia tapi... pliz, bang Fokke n d stafz of d Pemda, Pertimbangkan lagi semuanya. Ada beberapa alasan yg akan menjadi counter-attack-reason dari 'kebijakan' ini...
Firzt one; ada yg pernah denger istilah yg bernama accumulated fatigue? Kalo yg ud sring main game bola n sdr.2 ny pasti udah tahu - y, accumulated fatigue, seperti namanya, berarti adalah kelelahan yg ditumpuk - maksudnya udah pasti... kalo rasa capek dari satu hari bakal kebawa ke hari yg lain (besoknya) kcuali ad total recovery; nah, ini bakal terjadi pada kawula muda harapan bangsa kita (ca' elah.... bahasa gw tlalu drematicir banget deh) kalo yg namanya 'kebijakan' masuk skul jam 6.30 terjadi - memang benar, di kebanyakan sekolah jika jam masuk di undur maka jam pulang akan di undur juga tapi perhatikan pula aspek pendidikan non-akademika (non-sekolah) mereka; les, bimbel, ekskul dll. yang tetap memberatkan jadwal mereka. Dan meski adapula yg tidak dibebani les dan segalamacamnya itu mereka akan tetap terbebani pula - PR tidak berkurang atau semacamnya jadi.... tetap saja akan lelah nantinya.
Yg kedua; efek psikologis - dari yg namanya accumulated fatigue yg baru ta' omongin tadi, akan terjadi semacam efek domino. Ingat - seperti tubuh kita dimana saat satu bagian tubuh menjadi tidak enak maka bagian lain akan terkena efek pula maka ketika tubuh kita menjadi lemas maka fikiran dan emosi kita juga akan menjadi lemas...perasaan menjadi lemah dan tidak bersemangat akan menyelubungi fikiran dari kita, para pelajar, yg terkena efek dari accumulated fatigue ini - lama kelamaan efek psikologis ini akan menggugah suatu ketidak bersemangatan yg dahsyat yg akhirnya malah menuntun kepada ke tidaksenangan pada belajar - itu akan menyebabkan suatu keterpaksaan (cachee enforcer) yg malah akan tidak menyenangkan sang anak sendiri dan akhirnya hasil belajar tidak optimal - nah Bang Fokke n frens, pilih mana - macet atau k-optimalisasian belajar??? Tanyalah kpada stiap guru di Jakarta pasti mereka lebih memilih k-optimalisasian blajar....
So mohon kpada Bang Fokke n frens, mohon dipertimbangkan lagi... dan kalau bisa tariklah dari peredaran 'kebijakan' gendeng ini.... it's never too late for a second chance!! seperti yg dikatakan di film Nights In Rodante (gw gak nonton, cuman ngambil kalimat tag-nya doang...). Jgan cuman gara-gara "Yah Telanjur" jadinya tetap ada semacam kelanjutan berkepanjangan - langkah yg bijak skarang adalah seharusnya dgan cukup halus kita tarik isu 'masuk 6.30', sdikit dmi sdikit hingga akhirnya waktunya pas untuk menarik dari peredaran aturan main edan ini...
Terakhir - jika kalian masih menganggap alasan 'efektifisasi jalanan' alias pengurangan kemacetan sebagai alasan ngeyel utama, ta' kasi tau - koe mesti tau aja, inggih - kalo sbnarnya yg namanya macet tuh bukan karena volume kendaraan anak sekolahan.. tapi.... karena....infrastruktur peng-efektifisasi jalan yg lu bangun aj belum bener!!!! lu aja bikin infrastruktur kayak Busway belum bener! Benerin dulu tuh! Kalo uda bener dan ternyata emang kemacetan g berkurang bru deh ni rencana lu jalanin - n juga, kalo lu mo tau kinerja lo jangan tanya diri sendiri - tanya orang lain; dapetin tuh...opini rakyat Jkt supaya lu tau... sambil tanya seharusnya kita bgimana buat ngatesin ni macet; J-CO aj suksesnya kan gara2 dia nanyain orang donat yg enak tuh gmana... masa lu gak? Hayo ye, Pemda DKI, revolusi ke arah yg baek dong!
ArkanDzovskI
Tanpa maksud personal offend
Atas nama seluruh pelajar di Jakarta
Yang tidak setuju pada kebijakan masuk jam 6.30
Dengan ini Diharapkan Pemda DKI bisa belajar untuk tidak sa'pinake dhewe!
Pejaten, 17 Desember 2008.
Labels:
delegasi rakyat,
Emosi diri,
Opini sendiri,
Perenungan,
protes
Sunday, December 7, 2008
Keseimbangan, Balance, Balanç, Balanse, Bilancie, Bilanca, Stanje, Bilance, توازن, Баланс, Стање....
Keseimbangan, Balance, Balanç, Balanse, Bilancie, Bilanca, Stanje, Bilance, توازن, Баланс,
Secara praktik, keseimbangan adalah kesamaan antara dua hal dalam suatu kejadian - keseimbangan adalah disaat praktik mengimbangi teori, saat watak (otak) mengimbangi fisik; dalam translasi yang lain keseimbangan adalah hal yang mendasari Yin dan Yang; maskulin dan feminin, baik dan jahat, hitam dan putih - semuanya terpadu menjadi satu dalam kehidupan yang penuh warna ini dengan taraf yang sama....hidup adalah satu kejadian yang dipenuhi oleh pelbagai macam kejadian ordiner maupun ekstra-ordiner yang ditopang oleh keseimbangan; ketika keseimbangan mulai runtuh, ketika timbangan mulai berat sebelah maka hidup akan mulai menampakkan sisi-sisi yang tidak mengenakkan secara psikis maupun mental maupun fisik..
Bukti paling gampang untuk mendukung penuh bahwa keseimbangan adalah penting adalah satu riset terbaru (tidak terlalu baru sih, memang riset ini kalau tidak salah tahun 2007) membuktikan bahwa menaiknya tingkat penyakit untuk anak-anak balita dikarenakan karena gaya hidup yang terlalu bersih - gaya hidup yang mengutamakan personal hygiene yang dilebihkan dapat menyebabkan tubuh anak-anak balita yang masih berkembang 'membunuh' sel-sel bakteri baik dalam tubuh yang dapat menangkal bakteri jahat dari luar. Suatu tanda bahwa sesuatu yang baik yang berlebihan juga mampu mengubah manfaat menjadi keburukan...suatu tanda bahwa semuanya harus seimbang...tentu gaya hidup yang memaksa kita hidup dalam lingkungan kotor adalah tidak baik juga - kita lebih kontan terkena bakteri jahat...
Tadi adalah contoh bahwa keseimbangan ternyata juga memengaruhi fisik - sekarang secara psikis....
Contoh nyata adalah kisah dari seseorang di sekitar saya (pribadi x); dia sudah cukup tua - umurnya 50-an awal; problemnya adalah anaknya - nasib telah menempatkan anaknya di sekolah yang cukup banyak bullying dan berantem-nya...dan itu masalah anaknya.
Anak ini sebetulnya anak yang cukup baik dan pintar tidak seperti teman2 sekolahnya yang sering berantem. Masalahnya ya karena sifatnya itu ia menjadi santapan lunak untuk dijadikan 'karung sangsak' oleh teman2nya - dengan mulutpun ia tidak berhasil mengubah teman2nya menjadi baik...tapi tetap dia tidak membalas secara keras, sehingga ia terus jadi 'karung sangsak' oleh teman2nya...
Pribadi x ini sudah menasihati anaknya untuk membalas jika memang waktu dan kondisi menuntutnya untuk membalas - membalas dalam artian membela diri, bukan membalas dalam artian melampiaskan dendam dengan nafsu membara...namun belum terlalu efektif - disini kita bisa melihat terkadang di hidup ini kita tidak hanya dituntut untuk berbuat baik namun juga untuk berbuat keras - meski berbuat keras batasannya lebih banyak dari pada berbuat baik...Berbuat keras itu baik dalam rangka pembelaan, namun jangan pula berbuat keras dijadikan sebagai senjata untuk mengambil kekuasaan dan menterorisasi orang sekeliling untuk secara tidak langsung tunduk pada kita - jangan sampai kita menjadi seperti teman2 dari anak dari sang pribadi x ini...
Dan dalam hal lain pula, bahkan hal kecil sekalipun keseimbangan adalah hal yang mutlak esensial dan penting - memang benar dalam beberapa kejadian tanpa keseimbangan sempurnapun kita juga bisa meraih maksud baik kita secara bagus namun tentu keseimbangan dapat menstabilkan dan memudahkan masalah yang akan kita hadapi....
Tentu saja kita juga bertanya, bagaimana caranya mendapatkan keseimbangan? Kuncinya adalah ketenangan dan kesadaran diri dalam setiap langkah yang kita ambil dalam kehidupan ini...nantinya keseimbangan itu akan diraih sedikit demi sedikit.
Satu hal yang perlu diingat bagi para orang yang ingin menempuh jalan keseimbangan, ialah bahwa tantangan terbesar tidak datang dari arah mendapatkan keseimbangan dalam diri - tapi hal tersulit adalah menjaga keseimbangan dalam diri kita sehingga kita dapat secara terus-menerus menjadi seimbang; maksudnya adalah yang sulit ialah menjadi seimbang secara konsisten. Untuk hal yang satu ini kita perlu benar-benar 'mastering' seni dari keseimbangan itu sendiri dan itu perlu waktu yang sangat lama. Sangat lama....
Namun tetap saja meski susah untuk meraih posisi atas alias meraih keseimbangan yang konsisten, cobalah terus meraih tingkat itu meski jalan menghadang - man, you'll never know until you try..
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Stay balanced, stay survive!
ArkanDzovskI
Стање....
nama apapun, bahasa apapun itu... kata ini mengandung satu makna yang menurutku mengandung esensi kehidupan yang syarat makna penting - Keseimbangan adalah kata kunci dalam sebuah perjalanan yang dinamakan 'hidup', karena ia akan menuntut kita menuju sesuatu yg baik....Secara praktik, keseimbangan adalah kesamaan antara dua hal dalam suatu kejadian - keseimbangan adalah disaat praktik mengimbangi teori, saat watak (otak) mengimbangi fisik; dalam translasi yang lain keseimbangan adalah hal yang mendasari Yin dan Yang; maskulin dan feminin, baik dan jahat, hitam dan putih - semuanya terpadu menjadi satu dalam kehidupan yang penuh warna ini dengan taraf yang sama....hidup adalah satu kejadian yang dipenuhi oleh pelbagai macam kejadian ordiner maupun ekstra-ordiner yang ditopang oleh keseimbangan; ketika keseimbangan mulai runtuh, ketika timbangan mulai berat sebelah maka hidup akan mulai menampakkan sisi-sisi yang tidak mengenakkan secara psikis maupun mental maupun fisik..
Bukti paling gampang untuk mendukung penuh bahwa keseimbangan adalah penting adalah satu riset terbaru (tidak terlalu baru sih, memang riset ini kalau tidak salah tahun 2007) membuktikan bahwa menaiknya tingkat penyakit untuk anak-anak balita dikarenakan karena gaya hidup yang terlalu bersih - gaya hidup yang mengutamakan personal hygiene yang dilebihkan dapat menyebabkan tubuh anak-anak balita yang masih berkembang 'membunuh' sel-sel bakteri baik dalam tubuh yang dapat menangkal bakteri jahat dari luar. Suatu tanda bahwa sesuatu yang baik yang berlebihan juga mampu mengubah manfaat menjadi keburukan...suatu tanda bahwa semuanya harus seimbang...tentu gaya hidup yang memaksa kita hidup dalam lingkungan kotor adalah tidak baik juga - kita lebih kontan terkena bakteri jahat...
Tadi adalah contoh bahwa keseimbangan ternyata juga memengaruhi fisik - sekarang secara psikis....
Contoh nyata adalah kisah dari seseorang di sekitar saya (pribadi x); dia sudah cukup tua - umurnya 50-an awal; problemnya adalah anaknya - nasib telah menempatkan anaknya di sekolah yang cukup banyak bullying dan berantem-nya...dan itu masalah anaknya.
Anak ini sebetulnya anak yang cukup baik dan pintar tidak seperti teman2 sekolahnya yang sering berantem. Masalahnya ya karena sifatnya itu ia menjadi santapan lunak untuk dijadikan 'karung sangsak' oleh teman2nya - dengan mulutpun ia tidak berhasil mengubah teman2nya menjadi baik...tapi tetap dia tidak membalas secara keras, sehingga ia terus jadi 'karung sangsak' oleh teman2nya...
Pribadi x ini sudah menasihati anaknya untuk membalas jika memang waktu dan kondisi menuntutnya untuk membalas - membalas dalam artian membela diri, bukan membalas dalam artian melampiaskan dendam dengan nafsu membara...namun belum terlalu efektif - disini kita bisa melihat terkadang di hidup ini kita tidak hanya dituntut untuk berbuat baik namun juga untuk berbuat keras - meski berbuat keras batasannya lebih banyak dari pada berbuat baik...Berbuat keras itu baik dalam rangka pembelaan, namun jangan pula berbuat keras dijadikan sebagai senjata untuk mengambil kekuasaan dan menterorisasi orang sekeliling untuk secara tidak langsung tunduk pada kita - jangan sampai kita menjadi seperti teman2 dari anak dari sang pribadi x ini...
Dan dalam hal lain pula, bahkan hal kecil sekalipun keseimbangan adalah hal yang mutlak esensial dan penting - memang benar dalam beberapa kejadian tanpa keseimbangan sempurnapun kita juga bisa meraih maksud baik kita secara bagus namun tentu keseimbangan dapat menstabilkan dan memudahkan masalah yang akan kita hadapi....
Tentu saja kita juga bertanya, bagaimana caranya mendapatkan keseimbangan? Kuncinya adalah ketenangan dan kesadaran diri dalam setiap langkah yang kita ambil dalam kehidupan ini...nantinya keseimbangan itu akan diraih sedikit demi sedikit.
Satu hal yang perlu diingat bagi para orang yang ingin menempuh jalan keseimbangan, ialah bahwa tantangan terbesar tidak datang dari arah mendapatkan keseimbangan dalam diri - tapi hal tersulit adalah menjaga keseimbangan dalam diri kita sehingga kita dapat secara terus-menerus menjadi seimbang; maksudnya adalah yang sulit ialah menjadi seimbang secara konsisten. Untuk hal yang satu ini kita perlu benar-benar 'mastering' seni dari keseimbangan itu sendiri dan itu perlu waktu yang sangat lama. Sangat lama....
Namun tetap saja meski susah untuk meraih posisi atas alias meraih keseimbangan yang konsisten, cobalah terus meraih tingkat itu meski jalan menghadang - man, you'll never know until you try..
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Stay balanced, stay survive!
ArkanDzovskI
Labels:
Filosofi,
Hidup,
Keseimbangan,
Opini sendiri,
Perenungan
Die Water Filozofie (Filosofi Air)
Saya pernah waktu itu, secara diam-diam ketika guru B. Indonesia saya keluar sebentar saya menyelinap ke pojok kelas dan diam-diam membuka satu rak misterius yang terpampang di pojok itu yang sejak pertama kali melihatnya saya memang pernasaran untuk melihat isinya.
Ketika rak itu saya buka, banyak buku yang saya lihat disitu - salah satunya buku dari seorang penulis Jepang (?) tentang 'mendengarkan air'. Saya terpesona oleh tulisannya itu, sayang sekali karena kesibukan di rumah saya lupa tentang hal itu....
2 minggu kemudian guru B. Indonesia-ku itu menyadarkan kembali diriku tentang konsep fundamental yang dimiliki buku itu tentang 'mendengarkan air' - ia membahas tentang itu. Aku pun mulai mencobanya, aku mencoba mendengarkan air di pancuran di Lobby depan sekolah - dan aku mendapatkan suatu pelajaran....
Guruku berkata bahwa suara yang air keluarkan, entah itu dari pancuran atau dari suara ombak, suara apapun yang dihasilkan oleh air - pastilah mengartikan sesuatu. Dan aku pelajari sesuatu tentang suara air dari pancuran itu...
Hasil observasiku membuktikan bahwa percikan air yang berada dari bagian teratas pancuran suaranya lebih keras daripada percikan air yang berasal dari bagian terbawah pancuran - padahal bagian teratas pancuran 'kerja'nya hanya mengeluarkan air secara terus menerus, tidak menyimpan beberapa bagian dari air di pancuran itu. Sementara bagian terbawah 'kerja'nya hanya menyimpan hasil air yang dipancurkan oleh bagian teratas, tidak dapat tempat untuk memancurkan air lagi....
Mengertikah kalian maksudnya???
Menurutku maksud dari kejadian itu ialah bisa diibaratkan dengan hidup ini - cobalah pikirkan dengan orang-orang yang ada di posisi atas kehidupan ini (konglomerat, artis, selebritis dll.) - omongan mereka meski hanya sedikit saja pasti akan berbuah influence yang cukup besar di kalangan masyarakat biasa. Tapi coba pikirkan tentang masyarakat yang berada di posisi terbawah di dunia ini - mereka punya ide-ide brilian tapi dana menghambat semua itu - dan sebesar apapun kehebatan ide itu hanya sedikit orang yang akan membuka matanya terhadap hal itu; aku pernah mengingat seseorang di Temanggung yang menemukan cara pengobatan alternatif lewat alat-alat panas dan alat-alat listrik yang saat pengobatan akan menyetrum/membuat panas daerah yang bermasalah tersebut - ampuh pengobatannya; setelah pengobatan itu ayahku tidak merasa pegal lagi selama mudik dan flu beratku sembuh seketika...sayang karena masalah dana ia tidak bisa membuka cabang atau melanjutkan pembuatan alat-alat itu.
Sekarang jelaskah maksudku tentang pelajaran dari mendengarkan air itu? Kini cobalah mendengarkan air di tempat-tempat tertentu seperti di Pantai atau di Kali yang deras, atau paling gampang - dengarkanlah suara hujan...coba sendiri, pasti nanti ada pelajaran tergali....
Dan terakhir, jika sudah mahir melakukan 'pendengaran air' maka lakukanlah dengan hal lain. Coba dengarkan suara angin, suara gesek-gesek orang yang sedang menggosok kamar mandi...cobalah menerapkan konsep 'mendengarkan air' dengan bunyi-bunyi lain disekitar kita...cobalah, aku sudah membuktikannya berhasil. Coba sendiri sekarang dan yakin deh, makin banyak pelajaran kehidupan yang akan tergali - dan bukan cuman itu, sensori pendengaran kita akan makin peka dengan bunyi-bunyi sekitar.
Coba deh, gak ada ruginya! it's so simple but so much benefit taken - seperti motto-ku; sederhana tapi bermakna.
Ketika rak itu saya buka, banyak buku yang saya lihat disitu - salah satunya buku dari seorang penulis Jepang (?) tentang 'mendengarkan air'. Saya terpesona oleh tulisannya itu, sayang sekali karena kesibukan di rumah saya lupa tentang hal itu....
2 minggu kemudian guru B. Indonesia-ku itu menyadarkan kembali diriku tentang konsep fundamental yang dimiliki buku itu tentang 'mendengarkan air' - ia membahas tentang itu. Aku pun mulai mencobanya, aku mencoba mendengarkan air di pancuran di Lobby depan sekolah - dan aku mendapatkan suatu pelajaran....
Guruku berkata bahwa suara yang air keluarkan, entah itu dari pancuran atau dari suara ombak, suara apapun yang dihasilkan oleh air - pastilah mengartikan sesuatu. Dan aku pelajari sesuatu tentang suara air dari pancuran itu...
Hasil observasiku membuktikan bahwa percikan air yang berada dari bagian teratas pancuran suaranya lebih keras daripada percikan air yang berasal dari bagian terbawah pancuran - padahal bagian teratas pancuran 'kerja'nya hanya mengeluarkan air secara terus menerus, tidak menyimpan beberapa bagian dari air di pancuran itu. Sementara bagian terbawah 'kerja'nya hanya menyimpan hasil air yang dipancurkan oleh bagian teratas, tidak dapat tempat untuk memancurkan air lagi....
Mengertikah kalian maksudnya???
Menurutku maksud dari kejadian itu ialah bisa diibaratkan dengan hidup ini - cobalah pikirkan dengan orang-orang yang ada di posisi atas kehidupan ini (konglomerat, artis, selebritis dll.) - omongan mereka meski hanya sedikit saja pasti akan berbuah influence yang cukup besar di kalangan masyarakat biasa. Tapi coba pikirkan tentang masyarakat yang berada di posisi terbawah di dunia ini - mereka punya ide-ide brilian tapi dana menghambat semua itu - dan sebesar apapun kehebatan ide itu hanya sedikit orang yang akan membuka matanya terhadap hal itu; aku pernah mengingat seseorang di Temanggung yang menemukan cara pengobatan alternatif lewat alat-alat panas dan alat-alat listrik yang saat pengobatan akan menyetrum/membuat panas daerah yang bermasalah tersebut - ampuh pengobatannya; setelah pengobatan itu ayahku tidak merasa pegal lagi selama mudik dan flu beratku sembuh seketika...sayang karena masalah dana ia tidak bisa membuka cabang atau melanjutkan pembuatan alat-alat itu.
Sekarang jelaskah maksudku tentang pelajaran dari mendengarkan air itu? Kini cobalah mendengarkan air di tempat-tempat tertentu seperti di Pantai atau di Kali yang deras, atau paling gampang - dengarkanlah suara hujan...coba sendiri, pasti nanti ada pelajaran tergali....
Dan terakhir, jika sudah mahir melakukan 'pendengaran air' maka lakukanlah dengan hal lain. Coba dengarkan suara angin, suara gesek-gesek orang yang sedang menggosok kamar mandi...cobalah menerapkan konsep 'mendengarkan air' dengan bunyi-bunyi lain disekitar kita...cobalah, aku sudah membuktikannya berhasil. Coba sendiri sekarang dan yakin deh, makin banyak pelajaran kehidupan yang akan tergali - dan bukan cuman itu, sensori pendengaran kita akan makin peka dengan bunyi-bunyi sekitar.
Coba deh, gak ada ruginya! it's so simple but so much benefit taken - seperti motto-ku; sederhana tapi bermakna.
Friday, December 5, 2008
Puisi - Kepada: Mereka yang menganggap-ku freak
Adakah diriku adalah makhluk aneh tersendiri?
Terbuang dari yang kaumnya sendiri?
Adakah diriku sendiri di Dunia ini?
Mengais merang-rang dan ditindas kalian ini?
Apa alasanku untuk menjalani semua itu?
Menjalani semua siksaanku itu?
Apa yang membuatku bekerja salah di semua lini
Apa yang membuatku sering berbuat aneh di hadapan kalian ini?
Yang membuatku seperti ini...
Ialah kepercayaanku dalam hidup warna-warni ini
Dalam panutanku
Bukanlah jalan ke neraka seperti yang kalian tuntuti
Yang ku telusuri
Memang benar penuh rasa senang dan hasrat yang terpenuhi
Tapi itu jalan setan yang sesat tiada henti
Bukan pula ku tempuhi
Jalan para Sufi dari negeri Khawarizmi
Yang beberapa dari kalian ikuti
Yang menuntut kesederhanaan dan ketulusan pada Dia yang berkuasa....
Jalanku bukan keduanya...
Tapi jalan diantara keduanya
Jalan diantara kebaikan dan kejahatan
Jalan diantara kesenangan hayati dan akhirat
Dan jalan ini menuntut satu -
Perdirian teguh hati untuk tidak terbawa angin puyuh
Yang disebut bisikan-bisikan topeng kelabu
Jalan ini menuntut satu -
Kemampuan untuk berjalan terus
Untuk mengambil hikmah terus
Untuk mengembara terus
Memang betul itu berarti kita tidak pernah menentu
Kita terus menyesesuaikan diri dengan hawa
Yang membuat gigi kita ngilu
Dan itulah Jalanku!
Ditulis sebagai tanda berontak
Kepada mereka yang menganggap diriku
Aneh dan rendah!
Dan sebagai tanda
Penguat tentang apa yang ada
Didalam filosofi diri ini!
-ArkanDzovskI
Džakarta, 5 Desembre 2008-
Terbuang dari yang kaumnya sendiri?
Adakah diriku sendiri di Dunia ini?
Mengais merang-rang dan ditindas kalian ini?
Apa alasanku untuk menjalani semua itu?
Menjalani semua siksaanku itu?
Apa yang membuatku bekerja salah di semua lini
Apa yang membuatku sering berbuat aneh di hadapan kalian ini?
Yang membuatku seperti ini...
Ialah kepercayaanku dalam hidup warna-warni ini
Dalam panutanku
Bukanlah jalan ke neraka seperti yang kalian tuntuti
Yang ku telusuri
Memang benar penuh rasa senang dan hasrat yang terpenuhi
Tapi itu jalan setan yang sesat tiada henti
Bukan pula ku tempuhi
Jalan para Sufi dari negeri Khawarizmi
Yang beberapa dari kalian ikuti
Yang menuntut kesederhanaan dan ketulusan pada Dia yang berkuasa....
Jalanku bukan keduanya...
Tapi jalan diantara keduanya
Jalan diantara kebaikan dan kejahatan
Jalan diantara kesenangan hayati dan akhirat
Dan jalan ini menuntut satu -
Perdirian teguh hati untuk tidak terbawa angin puyuh
Yang disebut bisikan-bisikan topeng kelabu
Jalan ini menuntut satu -
Kemampuan untuk berjalan terus
Untuk mengambil hikmah terus
Untuk mengembara terus
Memang betul itu berarti kita tidak pernah menentu
Kita terus menyesesuaikan diri dengan hawa
Yang membuat gigi kita ngilu
Dan itulah Jalanku!
Ditulis sebagai tanda berontak
Kepada mereka yang menganggap diriku
Aneh dan rendah!
Dan sebagai tanda
Penguat tentang apa yang ada
Didalam filosofi diri ini!
-ArkanDzovskI
Džakarta, 5 Desembre 2008-
Friday, November 28, 2008
Poeisi - Untuk Siapakah yang satu ini?
Tanganku ingin memencet tombol TV itu
Namun refleks-ku melawan
Hatiku bertarung - semuanya menjadi campur aduk
Namun hasratku untuk kembali ke meja kerjaku
Memenangi peperangan itu, kawan
Aku mengetik lagi satu puisi
Satu pekerjaan yang aku dari dulu tak bisa hindari
Hasratnya
Satu pekerjaan yang aku dari dulu tak bisa hindari
Membuatku kecanduan terhadapnya
'Sebelum turun hujan deras
Tepat di Manggarai hari ini....
Saat awan menutup perkiraan waras
bahwa angin akan menghilangkan awan-awan ini...
Ku lihat di ujung sana
Di ujung-ujung awan mendung itu
Kulihat rona kuning indah -
Matahari menyinari area itu...
Seakan-akan ia adalah lampu
Yang akan menuntun kita keluar dari awan mendung ini
Itu hanya satu tanda
Bahwa selalu ada harapan
Di setiap kesusahan
Dan diantara semua kesusahan
Selalu ada jalan keluar - jalan keberhasilan....'
Aku berhenti mengetik - aku merenung sendiri
Untuk siapakah puisi ini kuketik?
Untuk dirikukah? Untuk kekasih hati?
Untuk ayahanda kah? Untuk ibunda guruku kah?
Atau untuk semua orang putus asa di Indonesia?
Untuk siapakah yang satu ini?
Puisi ini bukan untuk satu orang saja
Bukan untuk satu kaum spesifik
Bukan untuk satu negara saja
Bukan untuk satu organisasi
Tapi untuk semua orang di dunia ini
Karena setiap puisi itu...
Berarti
Dan Abadi
Dihati setiap mereka yang membaca karya itu
Namun refleks-ku melawan
Hatiku bertarung - semuanya menjadi campur aduk
Namun hasratku untuk kembali ke meja kerjaku
Memenangi peperangan itu, kawan
Aku mengetik lagi satu puisi
Satu pekerjaan yang aku dari dulu tak bisa hindari
Hasratnya
Satu pekerjaan yang aku dari dulu tak bisa hindari
Membuatku kecanduan terhadapnya
'Sebelum turun hujan deras
Tepat di Manggarai hari ini....
Saat awan menutup perkiraan waras
bahwa angin akan menghilangkan awan-awan ini...
Ku lihat di ujung sana
Di ujung-ujung awan mendung itu
Kulihat rona kuning indah -
Matahari menyinari area itu...
Seakan-akan ia adalah lampu
Yang akan menuntun kita keluar dari awan mendung ini
Itu hanya satu tanda
Bahwa selalu ada harapan
Di setiap kesusahan
Dan diantara semua kesusahan
Selalu ada jalan keluar - jalan keberhasilan....'
Aku berhenti mengetik - aku merenung sendiri
Untuk siapakah puisi ini kuketik?
Untuk dirikukah? Untuk kekasih hati?
Untuk ayahanda kah? Untuk ibunda guruku kah?
Atau untuk semua orang putus asa di Indonesia?
Untuk siapakah yang satu ini?
Puisi ini bukan untuk satu orang saja
Bukan untuk satu kaum spesifik
Bukan untuk satu negara saja
Bukan untuk satu organisasi
Tapi untuk semua orang di dunia ini
Karena setiap puisi itu...
Berarti
Dan Abadi
Dihati setiap mereka yang membaca karya itu
Subscribe to:
Posts (Atom)