Friday, November 28, 2008

Poeisi - Untuk Siapakah yang satu ini?

Tanganku ingin memencet tombol TV itu
Namun refleks-ku melawan
Hatiku bertarung - semuanya menjadi campur aduk
Namun hasratku untuk kembali ke meja kerjaku
Memenangi peperangan itu, kawan



Aku mengetik lagi satu puisi
Satu pekerjaan yang aku dari dulu tak bisa hindari
Hasratnya
Satu pekerjaan yang aku dari dulu tak bisa hindari
Membuatku kecanduan terhadapnya


'Sebelum turun hujan deras
Tepat di Manggarai hari ini....
Saat awan menutup perkiraan waras
bahwa angin akan menghilangkan awan-awan ini...


Ku lihat di ujung sana
Di ujung-ujung awan mendung itu
Kulihat rona kuning indah -
Matahari menyinari area itu...
Seakan-akan ia adalah lampu
Yang akan menuntun kita keluar dari awan mendung ini

Itu hanya satu tanda
Bahwa selalu ada harapan
Di setiap kesusahan
Dan diantara semua kesusahan
Selalu ada jalan keluar - jalan keberhasilan....'



Aku berhenti mengetik - aku merenung sendiri
Untuk siapakah puisi ini kuketik?
Untuk dirikukah? Untuk kekasih hati?
Untuk ayahanda kah? Untuk ibunda guruku kah?
Atau untuk semua orang putus asa di Indonesia?



Untuk siapakah yang satu ini?
Puisi ini bukan untuk satu orang saja

Bukan untuk satu kaum spesifik
Bukan untuk satu negara saja
Bukan untuk satu organisasi

Tapi untuk semua orang di dunia ini

Karena setiap puisi itu...
Berarti
Dan Abadi
Dihati setiap mereka yang membaca karya itu

No comments: