Saya pernah waktu itu, secara diam-diam ketika guru B. Indonesia saya keluar sebentar saya menyelinap ke pojok kelas dan diam-diam membuka satu rak misterius yang terpampang di pojok itu yang sejak pertama kali melihatnya saya memang pernasaran untuk melihat isinya.
Ketika rak itu saya buka, banyak buku yang saya lihat disitu - salah satunya buku dari seorang penulis Jepang (?) tentang 'mendengarkan air'. Saya terpesona oleh tulisannya itu, sayang sekali karena kesibukan di rumah saya lupa tentang hal itu....
2 minggu kemudian guru B. Indonesia-ku itu menyadarkan kembali diriku tentang konsep fundamental yang dimiliki buku itu tentang 'mendengarkan air' - ia membahas tentang itu. Aku pun mulai mencobanya, aku mencoba mendengarkan air di pancuran di Lobby depan sekolah - dan aku mendapatkan suatu pelajaran....
Guruku berkata bahwa suara yang air keluarkan, entah itu dari pancuran atau dari suara ombak, suara apapun yang dihasilkan oleh air - pastilah mengartikan sesuatu. Dan aku pelajari sesuatu tentang suara air dari pancuran itu...
Hasil observasiku membuktikan bahwa percikan air yang berada dari bagian teratas pancuran suaranya lebih keras daripada percikan air yang berasal dari bagian terbawah pancuran - padahal bagian teratas pancuran 'kerja'nya hanya mengeluarkan air secara terus menerus, tidak menyimpan beberapa bagian dari air di pancuran itu. Sementara bagian terbawah 'kerja'nya hanya menyimpan hasil air yang dipancurkan oleh bagian teratas, tidak dapat tempat untuk memancurkan air lagi....
Mengertikah kalian maksudnya???
Menurutku maksud dari kejadian itu ialah bisa diibaratkan dengan hidup ini - cobalah pikirkan dengan orang-orang yang ada di posisi atas kehidupan ini (konglomerat, artis, selebritis dll.) - omongan mereka meski hanya sedikit saja pasti akan berbuah influence yang cukup besar di kalangan masyarakat biasa. Tapi coba pikirkan tentang masyarakat yang berada di posisi terbawah di dunia ini - mereka punya ide-ide brilian tapi dana menghambat semua itu - dan sebesar apapun kehebatan ide itu hanya sedikit orang yang akan membuka matanya terhadap hal itu; aku pernah mengingat seseorang di Temanggung yang menemukan cara pengobatan alternatif lewat alat-alat panas dan alat-alat listrik yang saat pengobatan akan menyetrum/membuat panas daerah yang bermasalah tersebut - ampuh pengobatannya; setelah pengobatan itu ayahku tidak merasa pegal lagi selama mudik dan flu beratku sembuh seketika...sayang karena masalah dana ia tidak bisa membuka cabang atau melanjutkan pembuatan alat-alat itu.
Sekarang jelaskah maksudku tentang pelajaran dari mendengarkan air itu? Kini cobalah mendengarkan air di tempat-tempat tertentu seperti di Pantai atau di Kali yang deras, atau paling gampang - dengarkanlah suara hujan...coba sendiri, pasti nanti ada pelajaran tergali....
Dan terakhir, jika sudah mahir melakukan 'pendengaran air' maka lakukanlah dengan hal lain. Coba dengarkan suara angin, suara gesek-gesek orang yang sedang menggosok kamar mandi...cobalah menerapkan konsep 'mendengarkan air' dengan bunyi-bunyi lain disekitar kita...cobalah, aku sudah membuktikannya berhasil. Coba sendiri sekarang dan yakin deh, makin banyak pelajaran kehidupan yang akan tergali - dan bukan cuman itu, sensori pendengaran kita akan makin peka dengan bunyi-bunyi sekitar.
Coba deh, gak ada ruginya! it's so simple but so much benefit taken - seperti motto-ku; sederhana tapi bermakna.
No comments:
Post a Comment